#RaghaPramadhanLugwata
#4IA19
#Pendahuluan
#PengantarQuantumComputation
PENDAHULUAN
#4IA19
#Pendahuluan
#PengantarQuantumComputation
PENDAHULUAN
Pengertian Quantum Computing
Merupakan alat hitung yang menggunakan mekanika kuantum
seperti superposisi dan keterkaitan, yang digunakan untuk peng-operasi-an data. Perhitungan jumlah data pada
komputasi klasik dihitung dengan bit, sedangkan perhitungan jumlah data pada
komputer kuantum dilakukan dengan qubit. Prinsip dasar komputer kuantum
adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan untuk mewakili data
dan struktur data, dan bahwa mekanika kuantum dapat digunakan untuk melakukan operasi
dengan data ini. Dalam hal ini untuk mengembangkan komputer dengan sistem
kuantum diperlukan suatu logika baru yang sesuai dengan prinsip kuantum.
Sejarah Quantum Computing
Ide
mengenai computer kuantum pertama kali muncul pada tahun 1970-an olehpara
fisikawan dan ilmuwan komputer, seperti Charles H. Bennett dari IBM, Paul A.
Benioffdari Argonne National Laboratory, Illinois, David Deutsch dari
University of Oxford, dan Richard P. Feynman dari California Institute of
Technology (Caltech).
Di
antara para ilmuwan tersebut, Feynman lah yang pertama kali mengajukan model
yang menunjukkan bahwa sebuah system kuantum dapat digunakan untuk melakukan
komputasi. Lebihjauh, Feynman juga menunjukkan bagaimana system tersebut dapat
menjadi simulator bagi fisika kuantum. Dengan kata lain, fisikawan dapat
melakukan eksperimen fisika kuantum melalui computer kuantum.
Pada
tahun 1985, Deutsch menyadari esensi dari komputasi oleh sebuah computer
kuantum dan menunjukkan bahwa semua proses fisika, secara prinsipil, dapat
dimodelkan melalui computer kuantum. Dengan demikian, computer kuantum memiliki
kemampuan yang melebihi computer klasik.
Setelah
Deutsch mengeluarkan tulisannya mengenai computer kuantum, para ilmuwan mulai
melakukan riset dibidang ini. Mereka mulai mencari kemungkinan penggunaan dari
sebuah computer kuantum. Pada tahun 1995, Peter Shor merumuskan sebuah
algoritma yang memungkinkan penggunaan computer kuantum untuk memecahkan
masalah faktorisasi dalam teori bilangan.
Hingga
saat ini, riset di bidang komputer kuantum terus dijalankan di seluruh
dunia.Beberapa kendala terus dicari pernyelesaiannya. Berbagai metode
dikembangkan untuk memungkinkan terwujudnya sebuah komputer yang memilki
kemampuan yang luar biasa ini. Sejauh ini, sebuah computer kuantum yang telah
dibangun hanya dapat mencapai kemampuan untuk memfaktorkan dua digit bilangan.
Komputer kuantum ini dibangun pada tahun 1998 di Los Alamos, Amerika Serikat,
menggunakan NMR (Nuclear Magnetic Resonance).
Keunggulan Quantum Computing
Komputer
kuantum memanfaatkan sebuah fenomena yang dinamakan super posisi yaitu dalam
mekanika kuantum, suatu partikel bias berada dalam dua keadaan sekaligus.
Komputer kuantum juga menggunakan Qubits yaitu kemampuan untuk berada di
berbagai macam keadaan. Komputer kuantum memiliki potensi untuk melaksanakan
berbagai perhitungan secara simultan atau lebih rinci sehingga jauh lebih cepat
dari komputer digital. Jadi intinya komputer kuantum lebihbaik kemampuannya dan
lebih cepat dibandingkan dengan komputer digital.
Implementasi Quantum Computing
Pada
19 Nov 2013 Lockheed Martin, NASA dan Google semua memiliki satu misi yang sama
yaitu mereka semua membuat komputer kuantum sendiri. Komputer kuantum ini
adalah superkonduktor chip yang dirancang oleh sistem D – gelombang dan yang dibuat
di NASA Jet Propulsion Laboratories.
NASA
dan Google berbagi sebuah komputer kuantum untuk digunakan di Quantum
Artificial Intelligence Lab menggunakan 512 qubit D -Wave Two yang akan
digunakan untuk penelitian pembelajaran mesin yang membantu dalam menggunakan
jaringan syaraf tiruan untuk mencari set data astronomi planet ekstrasurya dan
untuk meningkatkan efisiensi searchs internet dengan menggunakan AI
metaheuristik di search engine heuristical.
A.I.
seperti metaheuristik dapat menyerupai masalah optimisasi global mirip dengan
masalah klasik seperti pedagang keliling, koloni semut atau optimasi swarm,
yang dapat menavigasi melalui database seperti labirin. Menggunakan partikel
terjerat sebagai qubit, algoritma ini bisa dinavigasi jauh lebih cepat daripada
komputer konvensional dan dengan lebih banyak variabel.
Penggunaan
metaheuristik canggih pada fungsi heuristical lebih rendah dapat melihat
simulasi komputer yang dapat memilih sub rutinitas tertentu pada komputer
sendiri untuk memecahkan masalah dengan cara yang benar-benar cerdas . Dengan
cara ini mesin akan jauh lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan data
indrawi dan akan mampu berfungsi dengan jauh lebih otomatisasi daripada yang
mungkin dengan komputer normal.
Perbandingan Dengan Komputer Konvensional
Quantum
Computer dapat memproses jauh lebih cepat daripada komputer konvensional. Pada
dasarnya, quantum computer dapat memproses secara paralel, sehingga
berkomputasi jauh lebih cepat.
Quantum
Computer dapat jauh lebih cepat dari komputer konvensional pada banyak masalah,
salah satunya yaitu masalah yang memiliki sifat berikut:
- Satu-satunya cara adalah menebak dan mengecek jawabannya berkali-kali
- Terdapat n jumlah jawaban yang mungkin
- Setiap kemungkinan jawaban membutuhkan waktu yang sama untuk mengeceknya
- Tidak ada petunjuk jawaban mana yang kemungkinan benarnya lebih besar: memberi jawaban dengan asal tidak berbeda dengan mengeceknya dengan urutan tertentu.
Referensi:
URL: Arifian. Pengantar Quantum Computation. https://avievarifian.wordpress.com/2016/05/04/pengantar-quantum-computation/. Tanggal Akses 22 Mei 2019.
No comments:
Post a Comment