Tuesday, 27 November 2018

Tutorial Membuat Web Server pada Cisco Packet Tracer



Tutorial ini menggunakan Cisco Packet Tracer versi 7.0. Pertama, buatlah simulasi dengan 1 Server, 1 Switch, dan 5 PC. Setelah membuat simulasi seperti gambar di atas, selanjutnya doubleclick pada Server-PT .


Setelah itu masuk pada menu Services dan klik HTTP. Edit file dengan nama index.html. Dan isilah statement atau kalimat yang diinginkan pada blok program<center>,  <hr> dan <p> sebagai contoh yang akan ditampilkan nanti. Setelah itu klik Save. Jika ingin menambahkan image masuk ke menu import > pilih file yang ingin ditambahkan.


Setelah itu pada index.html edit bagian dalamnya sesuai dengan keinginan kita serta menu-menu yang ingin ditampilkan nantinya.


Setelah itu klik Desktop pada Server dan atur IP Configuration. Dengan IP Address    : 192.168.70.2 dan Subnetmask : 255.255.255.0.


Doubleclick pada PC PUBG 1 dan masuk ke Desktop > IP Configurasi. IP Address 192.168.70.3 Subnet Mask 255.255.255.0 Default Gateway kita masukkan IP si Server yaitu 192.168.70.2.


Doubleclick pada PC PUBG 2 dan masuk ke Desktop > IP Configurasi. IP Address 192.168.70.4 Subnet Mask 255.255.255.0 Default Gateway kita masukkan IP si Server yaitu 192.168.70.2


Doubleclick pada PC PUBG 3 dan masuk ke Desktop > IP Configurasi. IP Address 192.168.70.5 Subnet Mask 255.255.255.0 Default Gateway kita masukkan IP si Server yaitu 192.168.70.2


Doubleclick pada PC PUBG 4 dan masuk ke Desktop > IP Configurasi. IP Address 192.168.70.6 Subnet Mask 255.255.255.0 Default Gateway kita masukkan IP si Server yaitu 192.168.70.2


Doubleclick pada PC PUBG 5 dan masuk ke Desktop > IP Configurasi. IP Address 192.168.70.7 Subnet Mask 255.255.255.0 Default Gateway kita masukkan IP si Server yaitu 192.168.70.2


Lalu untuk mencoba nya kita doubleclick pada PC PUBG 1 > Pilih Web Browser.


Ini adalah tampilan dari Web Browser tersebut. Dan masukkan IP Server 192.168.70.2. akan muncul tampilan yang udah diedit sebelumnya. Terdapat 3 menu pada server tersebut.


Dan ini adalah salah satu menu yang sudah dibuka terdapat gambar PUBG yang sudah diimport tadi sebelumnya sudah download gambar yang ingin ditampilkan.

Monday, 12 November 2018

Cloud Computing & EDI (Electronic Data Interchange)


Cloud Computing (Komputer Awan)
Cloud computing secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi “Komputasi Awan”, namun sampai saat sekarang ini “mungkin” belum memiliki definisi ilmiah ataupun pengartian pokok yang jelas kecuali sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data  dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan.
Server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan Sebuah Sebuah server baru, itupun kalua tidak ada masalah.
Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama.
·         Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
  • Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
  • Tidak ada batasan dengan berapa jumlah “hosting” server yang berjalan di belakangnya.
  • Menambahkan sebuah “hosting” hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.
Cara kerja Cloud Computing
Mekanisme akses ke cloud computing “mungkin” dapat dijalankan secara beraneka ragam – mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir , dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.
Beberapa contoh konsep Cloud Computing
Cloud computing sebenarnya bukanlah hal yang baru , sebenarnya kita sudah menggunakan konsepnya namun belum berkembang sampai saat ini. Berikut contoh penggunaan konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online:
·         Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (aplikasi) mulai dari surat elektronik (e-mail), forum diskusi) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas sampai pada mekanisme berbagi dokumen (seperti 4shared, indowebster, mediafire dll), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat.
  • Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka – mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb.
  • artikel pada IT-jurnal ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai layanan Cloud computing dimana anda dapat mengakses dan mempergunakan secara bersamaan.
  • Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing.
Cloud computing dapat berkembang disebabkan oleh segi “kemudahan” penggunaan dimana pengguna akhir dengan “cukup relatif” mudah menggunakan media LAN atau Internet melalui browser untuk mengakses dan berkolaborasi secara bersamaan tanpa melalui proses yang “cukup” rumit.
 Public Cloud dan Private Cloud
Cloud Computing tidak harus menggunakan Internet public. Teknologi ini dapat di operasikan di LAN di IntraNet. Cloud Computing di infrastruktur Internet biasa di sebut public cloud. Cloud Computing di LAN / IntraNet biasa disebut private cloud. Tampaknya kebanyakan enterprise / corporate di Indonesia lebih suka menggunakan private cloud karena lebih aman dan performance lebih baik karena sambungannya menggunakan LAN.
EDI (Electronic Data Interchange)
EDI adalah suatu proses pemindahan data / dokumen bisnis secara elektronik diantara beberapa mesin didalam suatu organisasi dalam format yang bisa dikenali di masing-masing mesin tersebut. Umumnya digunakan untuk mentransfer Transaksi bisnis dengan suatu system computer yang compatible, misalnya antar mesin ATM, antar Bank. Dengan protokol yang sama maka masing-masing mesin tersebut bisa dikatakan saling “ngobrol” sehingga tidak perlu ada interferensi secara manual.
Sejarah EDI , pada tahun 1964 di AHSC ( American Hospital Supply Company) seorang manajernya menciptakan system untuk menangani masalah inventori,. Waktu itu yang dipergunakan hanya berbekal punched card  ( Kartu Berlubang), dengan metoda one to one sedemikian rupa akhirnya adanya pertukaran data elekronik ternyata meningkatkan ke akuratan dan efisiensi . Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal EDI yang sekarang ini.
Beberapa keutungannya dengan EDI antara lain adalah :
  • Mengurangi dokumentasi dalam bentuk hardcopy ( paperless)
  • Meminimalisasi kesalahan dalam pertukaran data.
  • Mengoptimalkan aliran Informasi
  • Mengurangi delay dalam komunkasi
  • Meningkatkan proses invoice dan payment
Untuk menerapkan EDI tentunya ada beberapa requirement awal misalnya saja software nya harus memiliki kemampuan untuk saling berkomunikasi, mampu menyimpan dan saling melakukan transmisi. Dimana aplikasi software ini disesuaikan dengan business prosess di perusahaan tersebut. Idealnya EDI ini nantinya akan mempermudah pekerjaan atau dengan kata lain meng otomatisasi pekerjaan bukan menambah masalah baru.
Adapun standar EDI yang masih berlaku sampai dengan saat ini adalah :
·         Spec 2000
·         Ansi X12 Standar AS & Canada
·         EDIFACT ( Standar Eropa)
·         ANSI
·         TRADACOMS
·         ebXML
Standar diatas adalah format standar bagaimana data di transmisikan, informasi apa yang harus di kirimkan, dalam bentuk format apa ( apakah integer, decimal, mmddyy). Bisa dikatakan inilah protokolnya, tanpa standar yang baku bisa jadi masing masing mesin mengeluarkan satu format yang belum tentu mesin yang lain faham.

Referensi:
Ilham effendi. Pengertian Cloud Computing. https://www.it-jurnal.com/pengertian-cloud-computing-komputasi-awan/. Tanggal Akses 12 November 2018.
Edy susanto. EDI (Electronic Data Interchange). https://www.kompasiana.com/edysusanto74/55b703253eafbda0048b456b/edi-electronic-data-interchange. 2015. Tanggal Akses 12 November 2018.